News

AS Kehilangan 16 Drone MQ-9 Reaper dalam Konflik dengan Iran

Washington (KABARIN) - Militer Amerika Serikat dilaporkan mengalami kerugian besar dalam operasi militernya di kawasan Timur Tengah setelah kehilangan 16 unit drone MQ-9 Reaper sejak dimulainya serangan gabungan bersama Israel terhadap Iran pada 28 Februari.

Laporan ini disampaikan CBS News pada Rabu 1 April dengan mengutip dua pejabat Amerika Serikat yang meminta identitasnya dirahasiakan. Informasi tersebut menambah gambaran besarnya intensitas konflik yang terjadi antara kedua pihak.

Di sisi lain, media pemerintah Iran sebelumnya mengklaim bahwa Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC telah berhasil menembak jatuh dan menghancurkan salah satu drone MQ-9 milik AS di wilayah Isfahan.

MQ-9 Reaper sendiri dikenal sebagai pesawat tanpa awak yang dikendalikan jarak jauh dan biasa digunakan untuk misi intelijen, pengawasan, serta pengintaian. Namun, dalam kondisi tertentu, drone ini juga dapat dipersenjatai untuk melakukan serangan presisi.

Menurut laporan CBS News, nilai satu unit MQ-9 Reaper bisa mencapai lebih dari 30 juta dolar AS tergantung variannya, atau setara sekitar ratusan miliar rupiah per unit.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama pejabat pertahanan AS lainnya sebelumnya menyatakan bahwa sistem pertahanan udara dan kemampuan rudal Iran telah melemah hampir sepenuhnya akibat operasi militer yang berlangsung selama sebulan tersebut.

Namun di tengah klaim tersebut, laporan kehilangan sejumlah drone menunjukkan bahwa situasi di lapangan masih berlangsung dinamis dan penuh risiko bagi kedua pihak yang terlibat dalam konflik.

Pewarta: Xinhua
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: